
Waktu saya lagi berkunjung ke blog sobat-sobat, saya menemukan hal yang belum saya ketahui, yaitu "Energy Saving Mode" atau juga bisa disebut "Screen Saver". Sebelum sobat mencobanya, coba tinggalkan blog saya ini (tapi jangan di close, cukup pindah ke tab lain) kira-kira 1 menit, dan lihat kembali blog saya..
Maka sewaktu sobat kembali ke blog saya, akan seperti screenshot seperti di atas itu... (layar hitam)
Kita langsung saja ke cara-caranya..
Login terlebih dahulu ke Blogger ID Anda.
Masuk ke Tata Letak/Rancangan.
Pilih tab Edit HTML
Klik Download Full Template, untuk membackup template sobat, jika terjadi kesalahan.
Beri tanda centang pada Expand Template Widget.
Cari kode <head>
Copy paste kode di bawah ini persis di atas kode <head>
!-- save your energy -->
<script language='javascript' src='http://www.onlineleaf.com/savetheenvironment.js' type='text/javascript'></script>
<!-- save your energy end -->
Lalu klik tombol Save Template, dan tunggu beberapa saat sampai Template tersimpan. Dan silakan melihat hasilnya. Semoga bermanfaat, terima kasih...
18.27
dani-messenger






Tidak diragukan lagi, inilah salah satu peristiwa indah yang terjadi di bumi, Aurora. Peristiwa ini sudah membuat orang terheran-heran dan merasa takjub sejak pertama kali ditemukan. Fenomena aurora ini terjadi ketika matahari memancarkan energi tinggi yang bermuatan partikel (ion) dan merambat di luar angkasa dengan kecepatan 300 sampai 1200 km per jam. Awan partikel tersebut disebut plasma. Pada saat plasma ini berinteraksi dengan medan magnet bumi, sebagian partikel terperangkap dan mengikuti tenaga magnetik menuju ionosfer, yang berjarak sekitar 60 sampai 600 km dari permukaan bumi. Ketika partikel-partikel ini bertabrakan dengan gas yang ada di ionosfer, mereka akan mulai memendar dan menghasilkan cahaya. Fenomena ini yang disebut aurora yang sering terjadi di kutub bumi yaitu Aurora Borealis di kutub utara dan Aurora Australis di kutub selatan.
Awan ini berbentuk seperti kantung yang bergantungan di dasar awan. Awan ini terbentuk dari partikel es, dan masing-masing kantung dapat bertahan dalam bentuk yang sama antara lima sampai sepuluh menit. Bentuk awan seperti ini pada umumnya akan menjadi tanda adanya badai atau sistem cuaca berbahaya yang lain. Sayang fenomena ini sangat kecil kemungkinannya terjadi di Indonesia.
Atau disebut juga sebagai ledakan ganggang. Fenomena ini terjadi pada saat gangang laut berkumpul dan berkembang biak sangat cepat sehingga daerah pantai yang diinvasi ganggang ini akan berubah warna menjadi merah seperti darah. Pada beberapa kasus, fenomena ini tidak berbahaya, sedangkan pada kasus lain, fenomena ini akan dapat menebar racun yang menyebabkan kematian ikan, burung atau mamalia laut lain. Bahkan di beberapa kasus, bahkan manusia juga mengalami bahaya, tapi hanya bila jumlahnya sangat sangat besar.










Jakarta Time








